Inovasi

Startup Pascal Kembangkan Material Pendingin Baru untuk Meningkatkan Efisiensi Pompa Panas

Startup teknologi asal Amerika Serikat, Pascal, tengah mengembangkan material pendingin padat yang berpotensi meningkatkan efisiensi pompa panas, lemari es, dan sistem pendingin udara. Inovasi ini menjadi perhatian setelah perusahaan mengumumkan tambahan pendanaan pada 21 Oktober 2026 untuk mempercepat pengembangan serta penerapan komersial teknologinya. Berbeda dari sistem pendingin konvensional yang mengandalkan refrigeran gas, Pascal memanfaatkan material berpori dengan mekanisme perpindahan panas menggunakan tekanan karbon dioksida. Perusahaan menargetkan peningkatan efisiensi energi sekitar 20 persen dibandingkan teknologi yang ada. Meski masih memerlukan pembuktian dalam penggunaan komersial, pendekatan tersebut menawarkan peluang baru bagi industri pendinginan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Mengenal Startup Pascal dan Inovasi Material Pendingin Padat

Pascal merupakan perusahaan pengembang sistem pendingin generasi baru dengan tujuan meningkatkan efisiensi energi. Pengembang teknologi pendinginan tersebut didirikan pada 2023 berdasarkan pengembangan material yang berawal dari penelitian Harvard. Pendiri perusahaan yang menjabat CEO, Adam Slavney bersama Jinyoung Seo sebagai salah satu pendiri berupaya membawa inovasi material untuk mengubah pendekatan pendinginan konvensional. Tidak seperti perusahaan yang hanya membuat perangkat rumah tangga, Pascal mengutamakan inovasi material serta mekanisme termal. Fokus inovasi material tersebut berpotensi digunakan untuk berbagai jenis sistem HVAC.

Pada tahap pengembangan terkini, Pascal mengumumkan investasi lanjutan senilai 8,5 juta dolar AS. Investasi terbaru tersebut melibatkan Sazze Partners dan LB Investment sebagai pemimpin investasi dengan keterlibatan investor KDB Silicon Valley. Selain investasi ventura, Pascal memperoleh pendanaan hibah dengan total 839.000 dolar AS. Setelah menghitung pendanaan terbaru, total dana yang dihimpun perusahaan mencapai 17,3 juta dolar AS. Dana pengembangan tersebut membantu pengujian perangkat pendingin komersial. Meski memperoleh investasi baru, teknologi masih harus membuktikan kinerja ekonominya.

Teknologi Perpindahan Panas Menggunakan Material Berpori

Inovasi utama sistem pendingin tersebut berasal dari pemanfaatan refrigeran berbentuk padat yang merespons perubahan tekanan. Dibandingkan teknologi yang mengandalkan perubahan fase refrigeran gas, Pascal memanfaatkan interaksi antara karbon dioksida dan material khusus. Pada tahap perpindahan panas, karbon dioksida diarahkan ke kartrid yang mengandung bahan padat. Partikel karbon dioksida selanjutnya berinteraksi dengan permukaan bagian dalam. Mekanisme pada tingkat molekuler tersebut membuat bahan padat menjadi lebih hangat. Panas yang terbentuk selanjutnya dipindahkan melalui penukar panas.

Saat sistem mengubah arah operasinya, bahan padat berpotensi mengambil energi termal dari sisi pendinginan. Berkat pengaturan tekanan dan perpindahan energi, panas dapat dipindahkan dari satu sisi menuju sisi lainnya. Dalam rancangan lemari es Pascal, dua kartrid bekerja secara bergantian. Pada satu sisi sistem, sebuah kartrid mengambil energi termal dari bagian dalam lemari es. Di sisi lainnya, kartrid pasangan membuang panas melalui penukar panas. Setelah material mengalami perubahan temperatur selama siklus, mekanisme perpindahan panas dijalankan secara berlawanan. Rancangan siklus termal tersebut bertujuan menjaga proses pendinginan tetap berlangsung.

Perbedaan Refrigeran Padat Pascal dan Pendingin Gas Konvensional

Teknologi refrigerasi kompresi uap memanfaatkan proses penguapan serta pengembunan refrigeran. Dalam mekanisme pendinginan biasa, perangkat menghasilkan pendinginan melalui perpindahan kalor. Di sisi lingkungan, kebocoran refrigeran tertentu dapat menimbulkan emisi gas rumah kaca. Refrigeran berbasis HFC dapat memiliki potensi pemanasan global besar. Berbeda dengan pendekatan tersebut, Pascal memanfaatkan zat pendingin solid state. Material refrigeran ini dirancang tidak mudah bocor sebagai refrigeran gas. Meskipun memanfaatkan tekanan gas karbon dioksida, sistem tersebut menggunakan material padat sebagai komponen pendingin utamanya.

Menurut informasi perusahaan, material yang digunakan dirancang tidak mudah menyala, tidak beracun, serta dikembangkan tanpa bahan PFAS. Karakteristik tersebut menjadi pertimbangan penting bagi teknologi pendinginan masa depan. Sebagai keuntungan tambahan, material dirancang beroperasi pada rentang tekanan yang umum digunakan. Pendekatan tekanan tersebut mendukung penggunaan infrastruktur manufaktur yang sudah berkembang. Walaupun memiliki karakteristik menjanjikan, dampak lingkungan keseluruhan tetap perlu dievaluasi. Untuk memperoleh penilaian yang tepat, efisiensi energi dan dampak manufaktur perlu ditinjau bersama.

Potensi Efisiensi Energi 20 Persen pada Teknologi Pascal

Target performa utama dari Pascal adalah peningkatan efisiensi sekitar 20 persen dibandingkan teknologi pendinginan tradisional tertentu. Menurut Adam Slavney, material baru tersebut memiliki potensi meningkatkan efisiensi lemari es maupun pompa panas. Namun demikian, hasil penghematan komersial masih membutuhkan pembuktian. Dalam pengujian yang telah dilakukan, Pascal mengklaim performa energinya sudah sebanding dengan refrigerasi biasa. Tim pengembang menargetkan meningkatkan hasil tersebut. Melalui pengembangan lanjutan, penggunaan material tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi.

Penghematan listrik memiliki peran besar karena perangkat pendingin digunakan secara luas. Pada penggunaan domestik, pendingin makanan beroperasi secara berkelanjutan. Sementara itu, kebutuhan refrigerasi sering berlangsung dalam waktu panjang. Jika kebutuhan energi setiap perangkat berhasil ditekan, biaya operasional berpotensi menurun secara bertahap. Dalam ilustrasi sederhana, mesin yang membutuhkan listrik 1.000 kWh setiap tahun akan menurunkan pemakaian menjadi sekitar 833 kWh jika efisiensi energi meningkat 20 persen. Namun, hasil sebenarnya bergantung pada desain dan kondisi operasi.

Uji Ketahanan Material dan Rencana Komersialisasi Pascal

Untuk memastikan teknologi dapat digunakan secara praktis, Pascal mengevaluasi stabilitas refrigeran padat. Dalam demonstrasi ketahanan laboratorium, bahan tersebut telah diuji dalam 300.000 kali siklus. Jumlah tersebut diperkirakan setara sekitar satu tahun operasi. Hasil penelitian tersebut menjadi dasar pengembangan produk yang lebih tahan lama. Meski pengujian laboratorium menunjukkan kemajuan, masa pakai jangka panjang belum dapat dipastikan hanya dari pengujian awal. Dalam perangkat pendingin nyata, perubahan suhu lingkungan dan beban kerja dapat memengaruhi performa. Oleh karena itu, pengujian jangka panjang menjadi tahap penting.

Dari sisi penerapan komersial, Pascal telah menjalin kerja sama dengan produsen minuman multinasional. Kontrak pengujian ini membantu mengevaluasi efisiensi dan biaya operasional. Berdasarkan perkembangan proyek, prototipe lemari es percontohan telah dibuat. Pascal kemudian menyiapkan penerapan bersama mitra industri. Proyek komersialisasi ini ditargetkan bergerak menuju fase berikutnya pada awal 2027. Untuk pengembangan produk yang lebih matang, Pascal mengarahkan penyempurnaan produk menuju tahun 2028. Perlu dipahami, jadwal pengembangan bukan jaminan ketersediaan pasar.

Penutup: Masa Depan Pompa Panas dengan Refrigeran Padat

Inovasi refrigeran padat yang dikembangkan startup Pascal membuka peluang peningkatan efisiensi perangkat pendingin. Dengan memanfaatkan material berpori, perangkat berpotensi menghasilkan pendinginan melalui siklus tekanan serta perpindahan energi. Sasaran penghematan energi yang lebih tinggi memberikan harapan bagi pengembangan industri, meskipun tetap membutuhkan validasi dalam penggunaan nyata. Dukungan pendanaan terbaru menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi. Seiring perkembangan TEKNOLOGI pendinginan, sistem pendingin yang lebih efisien semakin relevan. Menurut Anda, apakah material pendingin padat dapat menggantikan refrigeran konvensional? Silakan bagikan pendapat Anda mengenai teknologi ini.

Related Articles

Back to top button